Puasa Wajib bagi Muslim

Puasa bukan sekedar menahan haus dan lapar dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Puasa betul-betul merupakan ibadah yang istimewa karena hanya Allah dan orang yang berpuasa saja yang tahu. Orang yang berpuasa akan mendapat pahala sesuai dengan “derajat ” puasa yang dijalankannya. Apakah ia hanya mendapat lapar dan dahaga semata ataukah mendapat imbalan dari puasanya.

Banyak amalan yang dapat melengkapi ibadah puasa yang dilakukan. Misalnya memberi makanan untuk orang yang berpuasa maka kita akan mendapat  pahala sebesar orang yang berpuasa tersebut, Shalat Tarawih, membaca Al-Qur an, ikhtikaf di masjid dan lain-lain.

Puasa wajib bagi setiap muslim sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, artinya orang-orang sebelum kita juga punya kewajiban untuk berpuasa supaya menjadi orang yang bertaqwa.

Supaya kita tidak hanya mendapat lapar dan dahaga, maka kita harus mengetahui hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, misalnya ghibah, tidur sepanjang hari, dan tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Dengan alasan berpuasa ada orang-orang yang mengurangi kewajiban yang seharusnya dilakukan karena merasa kurang bertenaga, kurang tidur, kurang makan dan kurang minum.

Jika dalam keseharian kita sudah terbiasa hidup secara ” islami”, maka tidak ada alasan kurang bertenaga, kurang tidur, kurang makan, dan kurang minum jika berpuasa.  Rosullullah Muhammad SAW bersabda: Makanlah jika lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang. Artinya kalau dalam kehidupan sehari-hari kita makan hanya sekadar untuk menegakkan punggung maka jika kita berpuasa juga memiliki tenaga yang sama dengan ketika kita tidak sedang berpuasa, kecuali kalau dalam kehidupan sehari-hari kita termasuk orang yang “abdul buthun”.

Puasa menjadi kurang tidur? Orang dewasa hanya butuh waktu istirahat (tidur) selama 5 jam, bukan pada berapa lama kita tidur tetapi lebih kepada kualitas tidur kita. Sebagai seorang muslim yang baik sepertiga malam sudah biasa bangun untuk melakukan sholat lail. Sekali lagi tidak ada alasan kurang tidur.

Selain puasa wajib yang dilakukan pada bulan Ramadhan, muslim yang baik juga akan melaksanakan puasa-puasa sunah seperti puasa Arofah, puasa Senin-Kamis, puasa Daud, dan lain-lain. Menurut beberapa penelitian puasa menyebabkan orang menjadi sehat, baik sehat jasmani, sehat rohani, sehat sosial, dan sehat spiritual. Sehat jasmani, orang yang berpuasa sudah diatur kapan ia harus mulai berpuasa, kapan ia boleh berbuka (makan). Sehat rohani, orang yang berpuasa jiwanya menjadi lebih tenang karena kalau ia akan melakukan kegiatan yang negatif selalu ingat bahwa ia sedang berpuasa. Sehat sosial, orang yang berpuasa akan suka berbagi dengan orang yang kurang beruntung. Sehat spiritual, orang yang berpuasa akan selalu merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan, bulan yang paling baik di antara bulan yang ada.

 

PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH

DENGAN MENGGUNAKAN METODE COPY THE MASTER

BAGI SISWA KELAS XI-IPS 1 SMA NEGERI 1 PATI

 

Susilowati

MPB Pengajaran Bahasa Indonesia

Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

 

ABSTRACT

Susilowati. 2009. Increasing Scientific Writing Competency Using “Copy the Master” Method to the Students of XI IPS 1 of SMA Negeri 1 Pati

In general, the purpose of this research was to increase scientific writing competency using “copy the master” method in teaching and learning process. Specifically, the purpose of this research was to describe the students’ interest to learn scientific writing to the students of XI IPS 1 of SMA Negeri 1 Pati after “copy the master” method was used.

This research was held in SMA Negeri  1 Pati. The subject of this research was the students and the teacher of Bahasa Indonesia of XI IPS 1 of SMA Negeri 1 Pati. This research was a classroom action research which was held in three cycles and each cycle was held twice. Each cycle has four steps, namely: planning, action, observation and reflection. The technique of data collection was as follow: 1) observation, 2) interview, 3) questionnaire, 4) documents research, 5) test and 6) giving task. The data was triangulated to check its validity. The data collected was analyzed using comparative analysis description.

The result of this research was to show if the teaching and learning process using “copy the master” method could increase students’ interest and competence in writing scientific writing. The increasing was as follows: on cycle 1st , the number of very interested students was 7 students (20%), cycle 2nd , 9 students (25,71%) and cycle 3rd , 10 students (28, 57%). On cycle 1st, the number of interested students was 19 students (54, 29%), cycle 2nd, 20 students (57, 14%) and cycle 3rd, 21 students (60%). The competency of writing the scientific writing was increased as follows: on pre action, 23 students (65, 71%) passed the test, cycle 1st, 24 students (68, 57%), cycle 2nd, 34 students (97, 14%) and cycle 3rd, 35 students (100%). The average score on pre action was 71, cycle 1st, 73, 91, cycle 2nd, 79, 91, cycle 3rd, 82,77.

Keywords: increasing, writing competence, scientific writing, copy the master

Menulis puisi dengan iringan musik

 

 

 

PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS PUISI
DENGAN MENGGUNAKAN IRINGAN MUSIK
SISWA KELAS X AKSELERASI SMA NEGERI 1 PATI

Susilowati
SMA Negeri 1 Pati

ABSTRACT

Susilowati. 2009. Increasing Students Competence in Poetry Writing Using Listening Music Instrument Method to Grade X Acceleration Program of SMA Negeri 1 Pati.

Generally, the purpose of this research was to increase students writing competence in writing poetry using listening music instrument method in teaching and learning process. Specifically, the purpose of this research was to describe the increasing of students’ motivation in poetry writing and to describe the increasing of poetry writing competence to Grade X Acceleration Program of SMA Negeri 1 Pati after the method was implemented.
This research was conducted in SMA Negeri 1 Pati. The subject of the research was students and Bahasa Indonesia teachers of Grade X Acceleration Program of SMA Negeri 1 Pati. This research was a classroom action research which was done in 2 cycles, cycle I was held in two meetings and cycle II was done only in 1 meeting. Each cycle had four steps: planning, action, observation and reflection. The technique in collecting the data was done through: 1) observation, 2) interview, 3) questionnaire, 4) library research and 5) giving task. The data collected was triangulated using data source and method. The data collected was analyzed using comparative analysis descriptive.
The result of this research showed that poetry writing teaching and learning process using listening music instrument method could increase students’ motivation and competence in writing poetry. The increasing was as follows: on cycle I the number of students motivated was 5 students (35, 71%) and cycle II was 6 students (42, 86%), so there was 1 addition (7, 15%). The implementation of listening music instrument method could increase students’ competence. This could be indicated by the increasing of class mean score in the cycles, on cycle I and cycle II. On cycle I the mean was 80, 71% and cycle II was 83, 86, so there was 3, 15 increasing (3, 15%).

Keywords: increasing, writing competence, poetry, listening music instrument method

Seperlu Minum Susu

Makanan  sehari-hari yang kita konsumsi harus mengandung unsur empat sehat yaitu nasi, sayur, lauk, buah, dan menjadi sempurna apabila ditambah susu. Ternyata untuk hidup sehat tidak hanya dibutuhkan makanan jasmani tetapi juga makanan rohani. Kalau makanan jasmani dengan jelas sudah diajarkan sejak di bangku Sekolah Dasar, bagaimana dengan makanan rohani?

Apakah yang dimaksud dengan makanan rohani?

Makanan rohani adalah hidangan-hidangan yang dibutuhkan oleh manusia untuk bisa merasa nyaman untuk hidup di tengah-tengah masyarakat. Makanan rohani adalah sesuatu yang membuat manusia memiliki kecerdasan yang tinggi yang meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual.

Antara makanan jasmani dan rohani harus seimbang, kalau tidak seimbang akan timpang. Ketimpangan jelas tidak membuat nyaman.

Di antara kecerdasan yang ada ternyata tidak berkembang secara seimbang, bahkan ada salah satu kecerdasan saja yang berusaha untuk dipupuk dan dikembangkan. Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan intelektual. Orang tua dan si anak akan sangat bangga apabila memiliki kecerdasan yang tinggi (120 ke atas). Untuk jenis kecerdasan yang lain ternyata oleh masyarakat pada umumnya tidak diperhatikan bahkan cenderung diabaikan.

Ketiga kecerdasan lain yang kurang diperhatikan tersebut justru yang membuat seseorang menjadi tidak sehat rohani (bukan berarti gila). Seseorang yang tidak cerdas emosional, sosial, dan spiritual akan berperilaku yang membuat orang lain merasa tidak nyaman di dekatnya.

Sebenarnya terjadi banyak penyimpangan berbagai norma yang ada, bukan disebabkan oleh mereka yang kurang cerdas intelektualnya, tetapi juga dilakukan oleh mereka yang termasuk kategori orang pandai.

Kalau kita mau, sebenarnya kita bisa mulai dengan diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang dekat untuk mulai mencerdaskan emosi, sosial dan spiritual. Mulai dari hal-hal yang kecil akan berlanjut pada hal-hal yang besar. Apabila setiap orang sudah seimbang antara kecerdasan-kecerdasan yang ada tersebut, maka sehatlah rohaninya.

Sehat jasmani dan sehat rohani adalah dambaan setiap orang  Marilah kita jaga kesehatan jasmani dan rohani kita, supaya kita bisa hidup di masyarakat dengan nyaman.

Semakin Tua

Keanehan-keanehan akan selalu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin bagi orang lain peristiwa yang kita alami adalah biasa atau wajar, tetapi bagi kita peristiwa itu adalah aneh atau luar biasa.

Ini sebagai salah satu contohnya.

Ketika dalam sebuah pertemuan ada seorang teman yang membawa rekaman pemakaman seseorang. dalam tayangan tampak “hantu” dengan wujud sosok manusia dengan baju putih, rambut panjang terurai dan tampak melayang (tidak tampak kaki menempel di tanah), wajah tidak jelas. Berdiri diam tidak bergerak. Ini betul-betul penampakan hantu atau rekayasa kamera?

Kalau ini bukan rekayasa kamera tetapi betul-betul “penampakan”, berarti “hantu” sekarang lebih berani karena muncul di siang bolong (pemakaman kan siang hari!).

Yang membuat aneh adalah “hantu” tersebut tidak bergerak seperti orang-orang yang melayat di pemakaman tersebut. Sekali lagi ini yang menjadi aneh. Apakah “hantunya” memang berdiam diri alias mematung ataukah gambar yang ditambahkan untuk menimbulkan sensasi? Atau yang lain lagi. Aneh!

Lebih aneh lagi kalau orang-orang yang mengaku beriman kemudian menjadi takut pada hantu, apalagi hantu di siang bolong. Memang dalam rukun iman yang enam itu kita harus beriman pada yang gaib, misalnya jin dan setan. Apakah hantu tersebut merupakan jelmaan atau penampakan dari jin atau setan?

Dunia sudah semakin tua, kerusakan alam semakin terasa dengan pemanasan global, dengan elnino dan laninanya, juga lapisan ozon yang bolong-bolong akibat ulah manusia. Ini baru alamnya, ulah manusia juga semakin nyata bahwa mereka ternyata bersekutu dengan jin dan setan. Dengan kebanggaan yang luar biasa mereka mengiklankan diri dengan reg spasi x bahwa mereka bisa apa saja. Mereka lupa bahwa”tidak akan masuk surga orang-orang yang terselip di dalam hatinya sebuah kesombongan walaupun hanya sebesar biji sawi”. Bagaimana dengan mereka yang sangat bangga dengan kesombongannya? Bagaimana dengan mereka yang lebih takut kepada”hantu” daripada Sang Khalik? Bagaimana dengan mereka yang lebih percaya pada orang pintar daripada Sang Pencipta?

Betulkah kiamat sudah dekat? Berarti dibutuhkan para pencari Tuhan dan orang yang bisa menunjukkan kebenaran jalan dalam mencari Tuhan. Siapkah Anda?